Tampilkan postingan dengan label Thought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thought. Tampilkan semua postingan
Unknown
Hari ini mendengar seorang anak kecil yang berkata, "Makacih" dengan polosnya ketika diberi permen yang entah aku pun tidak tahu apa namanya..
Dulu orang tua kita sering mengingatkan kita untuk  berkata terima kasih atas apapun yang kita dapat.
Satu hal yang kusadari, sekarang tidak ada lagi yang mengingatkan kita untuk berkata "Terima Kasih".
Kita dituntut untuk "tahu diri", kapan saatnya berterima kasih dan bahkan membalas kebaikan orang.
Akhir-akhir ini terlalu banyak hal yang menyibukkan pikiran kita, hingga mungkin melewatkan berkah-berkah yang kita dapat.
Bukan berkahnya yang kita lewatkan, tapi rasa syukur lah yang kita lewatkan,
Cobalah berhenti sejenak dari kepenatan anda.
Luangkan beberapa menit saja,
Beberapa menit dari waktu anda hari ini,
Beberapa menit yang merupakan perjalanan anda menuju rumah anda, entah dari sekolah, kampus, kantor, atau mana pun.
Nikmatilah perjalanan anda pelan-pelan.
Lihatlah sekitar anda, alam atau siapa pun manusia yang anda lewati,
Jika anda peruntung, mungkin anda akan melihat pemandangan alam nan indah yang mungkin selama ini tidak anda perhatikan, entah itu berupa langit dengan awan meganya, sebuah taman dengan bunga-bunga cantiknya, halaman rumah cantik nan nan menyenangkan atau mungkin hal lain yang lebih menakjubkan.
Jika anda lebih beruntung, mungkin anda akan melihat senyum polosnya anak kecil, tawa riang orang-orang atau mungkin sutu kondisi yang bisa dikatakan ketidakberuntungan.
Lihatlah baik-baik, nikmatilah kebahagiaan yang telah didapat dan tentu saja jangan lupa untuk bersyukur.
Bersyukur kepada Tuhan yang telah memberimu, membantumu, menjagamu dan tanpa lelah menemanimu..
Terima kasih Tuhan, atas semua nikmat yang kau beri.
Dan terima kasih telah menciptakan makhluk-makhluk yang kau jadikan perantara kebahagiaanku..
Unknown

Toilet biasanya dipake buat tempat buang hajat..
Tapi anehnya, ditempat yang jorok seperti itu, justru sering muncul ide-ide menarik..
Masih belum diketahui jelas penyebabnya..
Beberapa kemungkinan yang menjadikan toilet sebagai sarana mencari inspirasi:
1. Tempatnya tenang
2. Di toilet, tidak terlalu banyak barang-barang mencolok sehingga kamu cenderung fokus
3. Tidak ada yang kamu lakukan selain duduk menunggu semua AMPAS keluar, jadi pikiran tidak terbagi-bagi
Nah, karena ketiga alasan tersebut, saat kamu sedang DUDUK di toilet, kamu bisa berpikir jernih dan fokus, sehingga kadang muncul penyelesaian atas masalah-masalah yang ada.
Jadi fungsi toilet sekarang bertambah.
Tidak hanya sebagai tempat membuang hajat, tapi juga tempat untuk mencari inspirasi.
Saran dari saya, bersihkan toilet secara rutin dan kalau bisa beri wewangian aroma terapi.
Hal ini dapat membantu anda untuk menjadi lebih tenang, dan segala inspirasi bisa muncul dari sana.
Unknown


Terdapat salah satu adab jawa yang sangat terkenal, "Mangan sambi lungguh"
Arti atau makna dari adab ini sendiri masih belum diketahui secara pasti.
Banyak orang tua yang masih menerapkan adab itu, sehingga akan sangat tidak sopan jika kemu makan atau minum sambil berdiri atau bahkan berjalan.
Secara logika, ada benarnya adab atau norma ini.
Posisi berdiri atau bahkan berlari sangat rentan terhadap goncangan.
Jika anda atau orang di sekeliling anda tidak hati-hati, maka dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti, makanannya jatuh (eman-eman atau sia-sia), tersedak, menabrak atau mungkin ditabrak orang sebab anda lebih berkonsentrasi pada makanan dibanding jalan.

Tapi beberapa orang memilih untuk tidak mengindahkan adab ini denga alasan efisiensi waktu, misalnya ketika kamu berangkat sekolah terburu-buru, daripada tidak sarapan akhirnya memilih makan roti sambil berjalan berangkat ke sekolah.
Mengindahkan atau tidak adab lama ini terserah anda, namun menilik dari kegunaan dan manfaatnya, akan lebih baik anda mengikuti norma kuno ini.
Tapi dalam setiap norma ada istilah "darutat" untuk menghalalkan suatu ketidakpatuhan.
Jadi bagi para pelanggar, silahkan mencari alasan yang tepat (hahahaha).
Selalu ada tempat tepat untuk pilihan bijak (pintar-pintarlah mencari alasan).
Unknown
"PERHATIAN------> Buka
komputer/laptop anda pada Local
Disk (C) --> Program Files -->
Microsoft Office --> MEDIA -->
CAGCAT10 -->\ cari gmbr bernama
J0285926. Anda akan temukan
gambar Lambang/bendera Zionis
Israel lengkap (persis dengan
warna aslinya) dengan lilin
(sarana ibadah mereka)
Sebaiknya anda delete! Gambar
tersebut ada di seluruh PC &
Laptop seluruh dunia."



pernah mendapat info itu?
seperti ini lambangnya,






menurut saya hal itu bukan suatu perkara yang besar...
tidak usah lah dibesar-besarkan (gambarnya aja ukurannya kecil)...
lha wong yang buat mereka (suka-suka yang punya hak cipta kan?)...
sebelum menginstall kan sudah setuju dengan semua konten yang ada, jadi kenapa sekarang jadi masalah (jangan lupa pakai kacamata, mungkin kesalahan dari pihak yang bikin os karena tulisannya terlalu kecil)?
saran :
1. teliti sebelum menginstall os atau software (siapkan kacamata dan kamus kalau perlu supaya bisa baca agreement)
2. kalau ga suka, silahkan ganti atau cari yang lain (malu donk bikin jarkom kayak gitu tapi masih make)
3. buat sendiri kalau ingin lebih amannya (mo diisi lambang negara, foto bintang idola atau diri sendiri ga masalah,kalo ada yang bikin masalah bilang aja "suka-suka gue dunks!")
gampang kan?
gitu aja koq repot...

untuk masalah anjuran men-delete itu terserah kalian..
kalian yang setuju menginstall,
kalian yang punya komputer atau bangsa sederajatnya,
kalian yang punya hak,
semua adalah pilihan.
Kalian bisa menentukan pilihan mana yang lebih bijak.

Unknown
'jangan terlalu dekat dengan sahabat karena dia bukan keluargamu'
pernahkah salah satu dari keluargamu mengingatkanmu untuk tidak terlalu dekat dengan kata 'sahabat'????
sampai saat sahabatmu menyakitimu, kau tidak akan percaya hal itu..
tapi meskipun sudah berkali-kali tersakiti, kenapa kita masih bisa menerima orang itu???
selalu ada perasaan ingin memiliki seorang atau lebhi sahabat...
sahabat yang selalu ada untukmu, selalu bisa kamu andalkan dan selalu siap berbagi denganmu..

dalam setiap hubungan, selalu terjadi suatu masalah...
dan itu bisa menguapkan semua kebahagian yang pernah kalian alami bersama, seberapapun banyaknya itu...
apa masalahnya?
terlalu lemahkah hubungan kita?
kita pernah saling percaya, kita pernah saling menerima, tapi kenapa itu bisa hilang hanya dalam waktu sekejap saja...
apa yang salah disini?

'karena dia bukan keluargamu'
seseorang pernah bilang seperti itu...
'keluarga punya ikatan darah yang akan mengikat mereka selamanya, memaksa mereka untuk saling percaya dan menerima satu sama lain'
kalimat tersebut selalu terngiang-ngiang di kepala ku...
hal ini seperti memperlihatkan bahwa orang lain akan selalu menjadi orang lain...
orang asing akan selalu kembali menjadi orang asing...
sulit untuk mempercayainya, atau bahkan tidak ingin percaya...
tapi pengalaman merupakan bukti nyata yang tak terbantah....
Unknown
peribahasa 'malu bertanya,sesat di jalan' ternyata merupakan peribahasa yang sangat ampuh...
peribahasa tersebut ternyata bisa terjadi dalam kehidupan nyata...
tapi tentu saja ada syaratnya,
1. si pemalu tidak punya GPS atau peta
2. hape tidak dilengkapi oleh google map
3. tidak terlihat matahari hingga tidak tahu arah timur dan barat
4. tempat dia tersesat merupakan tempat asing yang tidak dikenal

keempat syarat tersebut merupakan syarat pada kondisi normal.
pada kondisi tidak normal seperti,
1. buta arah atau buta beneran, sehingga benar-benar tidak tahu berjalan dimana dan kemana
2. ingatan bermasalah, sehingga tidak bisa mengingat tempat yang pernah dilewati atau yang baru saja dilewati
3. lokasi tersesat terlalu dekat dengan tempat tinggal, sehingga orang tersebut akan jauh lebih malu untuk bertanya

jika salah satu kondisi tidak normal sudah terpenuhi, bisa dipastikan orang tersebut akan tersesat di daerah antah berantah, meskipun sebenarnya daerah tersebut merupakan daerah yang sangat dekat dengan tempat yang dituju. tapi pasti akan terasa seperti tempat alien.
Unknown
saat seseorang mengajakmu berbicara...
mengutarakan perasaan...
dan mengharapkan saran atau pendapatmu...

kau akan menyadari bahwa cara pandang orang belum tentu sama denganmu...
jika kau bisa melihat lebih dalam...
kau akan mengerti bahwa menyikapi sesuatu haruslah sesuai dengan pribadi orang tersebut...
semua tidak bisa disamaratakan...
karena setiap orang kadang membutuhkan cara penyampaia berbeda untuk sesuatu hal yang sama...

bagian tersulitnya adalah bagaimana membuat orang mengerti tanpa melukai atau melambungkan perasaannya...
cara terbaik untuk mencari tahu cara tersebut adalah dengan memposisikan diri kita sebagai dirinya...
"jika aku adalah dia,......"
Unknown
kenapa sangat sulit untuk membuat sebuah komitmen?

contoh yang paling sepele adalah menjalani tugas kita sehari-hari...
saat kita sudah memutuskan sesuatu, harusnya kita siap dengan konsekuensinya..
tapi sangat sulit untuk menerima hal itu...

hari ini,kemalasan seperti biasa menang...
dalam logika atau pikiran ku,selalu berkata bahwa aku harus menjalani apa yang aku sudah putuskan...
tapi hati ku tak pernah mau untuk bergerak...

bagaimana mensingkronkan hati dan pikiran?

saat keduanya saling bertolak belakang, hati lah yang selalu menang...
jika logika kalah,semua rancangan akan gagal total...
dan selalu diakhiri dengan penyesalan...

namun jika logika selalu menang...
kadang kita akan menyakiti orang2 yang kita sayangi...

kadang ingin mengikuti arus air tanpa berpikir besok akan jadi apa dan seperti ap...
berkata 'y,sudahlah...' atau 'ga peduli'
tapi hidup hidup membutuhkan usaha...
setelah usaha, baru lah pasrah pada takdir Tuhan...
bukan menjalani tanpa pikir panjang...
hidup kadang harus spontan agar kita bisa menikmatinya...
tapi terlalu spontan akan menjadikan hidup sangat tidak teratur...
akan sangat egois jika menjalani hidup semau kita sendiri...
harus ada bagian dimana diri kita merupakan milik kita dan milik orang lain..

hidup seseorang, bukan merupakan hidupnya seutuhnya...
hidup nya milik Tuhan yang menciptakannya sehingga dia punya kewajiban untuk beribadah...
hidupnya milik orang tuanya sehingga dia punya kewajiban untukberbakti...
hidupnya milik orang lain sehingga diapunya kewajiban untuk saling membantu...

untuk menjalani semua kewajiban, logika dan perasaan mulai bermain...
yang jadi masalah adalah bagaimana menjadikan mereka partner kerja, bukan rival...